Tulisan Bernas dari Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen: Rangking 1 Bagi Kami


 Oleh : Rizki Dasilva

Setiap pembagian rapor di SDIT Muhammadiyah Bireuen, saya mendapat kesempatan untuk memberikan kata-kata sambutan. Tadi juga kesempatan ini, saya manfaatkan dengan baik. Ada beberapa hal yang selalu saya ulangi. Rangking 1 bagi kami bukan siswa yang punya nilai tertinggi di rapor tapi rangking 1 bagi kami kesadaran Iman Kepada Allah dan berakhlak mulia.



Kesadaran iman ini adalah hal terpenting bagi sekolah kami. Bukan angka-angka 90 hingga 100 yang tertulis dirapor. Kesadaran akan taat kepada Allah dan Rasul jauh lebih penting. Bukankah tujuan Allah menciptakan kita untuk beribadah, tunduk patuh kepadanya. Mengakui bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Yang menciptakan manusia, malaikat, jin, hewan, matahari, bintang-bintang dan seluruh alam semesta. Allah yang memberi balasan kebaikan dan keburukan. Allah yang mampu menghidupkan dan mematikan.


Begitu juga keindahan akhlak yang guru contohkan di sekolah. Siswa terdidik Akhlaknya dengan Al-Qur'an. Sehingga anak-anak punya nilai karakter lebih dalam keluarga dan lingkungan masyarakat. Hal ini juga bagian penting dari tujuan pendidikan sesungguhnya. Akhlak adalah pelajaran penting setelah aqidah. Setiap muslim sejati, akidahnya mantap akhlaknya juga mantap. Keindahan akhlak nampak dari tutur bicaranya, kejujurannya, suka memaafkan, tidak egois dan suka memberi nasehat. Saya sering mendengar cerita dari wali siswa, "Saya akui ust, sejak sekolah di sdit, anak-anak saya sikapnya baik, santun, dewasa, mandiri dan sering memberi nasehat buat saya dan adik-adiknya". Alhamdulillah, inilah hasil dari pendidikan karakter disekolah.

Saya kira orangtua tidak perlu gengsi dan minder bila anaknya tidak mendapatkan Rangking 1. Takut karena tidak tinggi nilai rapornya. Sesunghnya yang perlu kita khawatir meninggalkan generasi yang lemah iman dan akhlaknya. Allah sudah ingatkan kita dalam Alquran

Artinya:“Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. (an-Nisa’: 9)


Selamat saya ucapkan bagi wali siswa SDIT Muhammadiyah Bireuen yang mengambil rapor hari ini. Ananda Shalat 5 waktunya terjaga, auratnya terjaga, konsisten menghafal Alquran, tutur katanya santun, jujur, akhlaknya baik. Itu lebih bergengsi dari rangking 1. Ini generasi yang kuat dan generasi emas Islam dimasa yang akan datang.

Kalau ada yang masih mengeluh, "anak saya di rapor nilainya kurang ustaz, nilai matematika kurang, nilai Bahasanya kurang, nilai ipa-nya kurang". Tidak perlu khawatir berlebihan, semua kekurangan masih ada jalan di perbaiki. Tapi kalau "Ustaz anak saya malas shalat, Malas baca Alquran, bicaranya kotor, tidak jujur, sering bentak-bentak orangtua". Bapak ibu hal Ini yang paling bahaya. Dan hal ini tidak tertulis jelas di rapor. Karena orangtuanya yang lebih tau. Dibandingkan gurunya. Seperti ini baru rangking terakhir. Kalau pun pintar tetap rangking terakhir.

Orangtua yang baik akan memahami rangking 1 yang sesungguhnya. Anak kita akan lebih senang, bila kita apresiasi lebih karena keimanannya dan akhlaknya. "ustaz anak saya imannya bagus, akhlaknya bagus juga rangking satu dirapor" jawabannya "itu bonus". Selamat abang-abang dan kakak-kakak SDIT Muhammadiyah Bireuen sudah naik kelas. Semoga Tambah shaleh, tambah mandiri juga tambah berprestasi ya?.amiin

Kepsek SDIT Muhammadiyah Bireuen



Klik untuk Komentar