Kini Muhammadiyah Semakin Diterima

Coba kita pahami dengan bijak, pokok persoalan dan kesalah-pahaman terhadap Muhammadiyah selama ini. Ada sebagian masyarakat menganggap organisasi ini dengan tanggapan yang miring. Hanya memahami muhammadiyah dalam soalan khilafiyah klasik.  Seperti qunut,  rakaat teraweh,  7 hari kematian. Samadiah dan lain-lain. 



Saya yakin mereka yang membenci muhammadiyah adalah karena tidak mengenal muhammadiyah. Belum bisa menerima beberapa berbedaan.  Padahal sedikit dengan perbedaan begitu lah kita bisa menikmati indahnya perbedaan.  Justru kita tidak menikmati harmoni hanya berbunyi hanya satu nada saja. Keragaman nada membuat bunyi akan lebih indah. 

Lahirnya pendidikan muhammadiyah yang modern,  berkemajuan dan pelayanan yang prima seperti SDIT Muhammadiyah Bireuen. akan membuat gerakan muhammadiyah semakin di minati oleh masyarakat.  Yang dulunya benci,  kini benci menjadi cinta. Karena sudah mulai mengenal muhammadiyah lewat Lembaga pendidikan atau disebut dengan amal usahanya. Sudah mulai merasakan hasil pendidikan dari sekolah muhammadiyah.  Padahal semua kita tau bahwa sekolah muhammadiyah sudah cukup lama lahir di Indonesia. Sebelum kemerdekaan. Bahkan di Aceh banyak orang Tua kita dulu bersekolah di sekolah muhammadiyah. Alhamdulillah banyak yang sukses,  tidak ada yang sesat.  

Kemaren  salah satu wali siswa baru  SDIT Muhammadiyah Bireuen menulis perasaan nya di salah satu media sosial pada hari pertama sekolah anaknya. Katanya "SDIT Muhammadiyah Bireuen semakin diminati masyarakat, Sekolah yang berlatar belakang organisasi keagamaan Muhammadiyah ini menandakan masyarakat semakin terbuka terhadap perubahan yang lebih mengedepankan sebuah pelayanan & Kualitas". Saya terharu,  masyarakat merespon dan menanggapi positif sekolah ini. 

Saya berharap, Semoga Sekolah muhammadiyah diBireuen akan menjadi sekolah model,  sekolah yang berkemajuan,  sekolah yang melakukan pelayanan prima, sekolah yang ramah anak.  Sekolah yang berprestasi ke level nasional. Sehingga masyarakat semakin terbuka terhadap Perserikatan  Muhammadiyah ini. Kita sadar tantangan berat.  Tapi setiap tantangan itulah membuat kita semakin kokoh dan tegak berdiri di bawah gerakan dakwah ini. 

Muhammadiyah terus berkibar di Bireuen dengan sekolahnya. akhirnya saya pun terinspirasi dengan  potongan lirik lagu mars muhammadiyah. 
"Sang surya telah bersinar, syahadat dua melingkar, warna yang hijau berseri, membuatku rela hati
Ya Allah Tuhan Robbiku, muhammad junjunganku
Al Islam agamaku. Muhammadiyah gerakanku...".

Rizki dasilva
Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen

Klik untuk Komentar