Modernisasi Pendidikan Ala Muhammadiyah

Kali ini saya tertarik membahas tentang modernisasi pendidikan. Karena pendidikan masa lalu tentu butuh perubahan kekinian.  Hal ini positif untuk mengimbangi tantangan globalisasi. Tapi tetap syar'i. Coba mulai kita memahami dulu kata Modernisasi. Modernisasi sederhananya diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern.


Hal ini sejalan dengan misi Muhammadiyah yaitu pembaharuan (tajdid). Pembaharuan  Pembaharuan ke arah positif demi kemajuan ummat.  Kalau kita hubungkan dengan modernisasi pendidikan maka perlu pembaharuan baik kurikulum, metode ,sistem, teknik, strategi dan lainnya.  Karena sudah saatnya pendidikan kita disesuaikan dengan situasi dan kondisi /ruang dan waktu.  Kehidupan yang dialami oleh pelajar saat ini, tentu tidak sama dengan masa lalu. 

Baca Juga : Ketika NA dan NU Bersatu

Lahirnya lembaga pendidikan Umat Islam di Indonesia, yang dianggap sekolah agama yaitu Pesantren. Selain pesantren dan madrasah di anggap bukan sekolah Islam.  Saya justru tidak setuju dengan anggapan ini. Bagi saya seluruh sekolah di Indonesia terutama sekolah muhammadiyah harus memasukkan semua nilai-nilai Islam ke semua pelajaran umum. Karena Islam itu universal. Islam rahmatan lil alamiin. 

Kalau ada yang masih menganggap bahwa pelajaran seperti IPA, IPS, biologi, kimia fisika, matematika dan lainnya bukan ilmu Agama melainkan dianggap sebagai ilmu Umum , ilmu duniawi, bahkan Ilmu kafir itu akibat kedunguan pemahaman pembaharuan dalam Islam. Karena itu banyak sekolah atau pesantren tidak berkembang karena hanya selalu terkurung dengan pembahasan dan perdebatan teologi. Tapi kurang dibahas bagaimana Ummat islam dalam kehidupan sehari-hari yang menyangkut kemajuan ekonomi, teknologi, politik, kebudayaan, pertahanan dan sebagainya. Saya kira Sekolah muhammadiyah sudah saatnya melakukan perubahan dalam rangka modernisasi pendidikan Islam tentu ala tajdid sebagai cita-cita utama muhammadiyah. 

Makanya di SDIT muhammadiyah Bireuen Aceh saat ini.  Saya mengajak seluruh guru untuk memasukkan semua nilai-nilai Islam baik Al-Quran dan sunnah dalam bangunan kurikulum. Apapun pelajaran nya. Dan hal ini salah satu misi sekolah ini. Tentu juga sejalan dengan tujuan pendidikan muhammadiyah. 

Baca Juga : Sedekah Kunci Sukses Warunk Upnormal

Bukankah kejayaan peradaban Islam karena Ummat Islam sudah kembali kepada Alquran dan sunnah. Kejayaan Rasulullah,  kejayaan para sahabat,  kejayaan bani Abbasiah,  kejayaan bani Umayyah,  kejayaan Usmani di Turki terjadi karena lahir tokoh pembaharuan,  terutama di bidang pendidikan. Lahirnya tokoh pembaharu di dunia Islam seperti Muhammad abduh Di Mesir,  Jamaluddin Al afghani dari Afganistan,  Muhammad Iqbal di India dan Rasyid Ridha dari suria, adalah membawa pemikiran pembahuruan Islam dan modernisasi pendidikan. Di Indonesia sendiri lahir Muhammadiyah karena lahirnya tokoh kyai ahmad dahlan sebagai tokoh pembaharu,  tokoh modernisasi Islam dimasanya. 

Gerakan pembaharuan  dunia pendidikan  islam  pertama di Indonesia  oleh muhamadiyah yang didirikan oleh kyai Ahmad Dahlan. Cita-cita utama pendidikan yang digagas Kyai Dahlan adalah lahirnya manusia-manusia baru yang mampu tampil sebagai “ulama-intelek” atau “intelek-ulama”, yaitu seorang muslim yang memiliki keteguhan iman dan ilmu yang luas, kuat jasmani dan rohani. Semoga cita-cita Kyai ahmad dahlan terus hidup di sekolah- sekolah muhammadiyah.  

Rizki Dasilva
Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen

Klik untuk Komentar