Saat KOKAM, FPI dan Banser Bertemu di MBS Purwokerto

Sejarah baru digulirkan oleh MBS Purwokerto dengan mempertemukan Kokam, Banser dan FPI di acara sambut santri baru MBS Purwokerto (Sabtu, 13 Juli 2019).



Hadir dan memberi sambutan pada acara tersebut Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PDM Banyumas, KH.M.Syamsuddin, S.Ag.,M.Pd. Beliau menegaskan nyantri adalah pilihan tepat karena pembentukan karakter dengan kurikulum lengkap lebih mengena jika anak ada di pesantren di samping pelajaran umum.

Di sisi lain, Ketua PCM Kedungbanteng (Drs.H.Untung Budi Wahyoko, MM) menyatakan orang tua harus bersyukur karena telah memilihkan anak pendidikan di pesantren.Hal ini dikarenakan pendidikan pesantren merupakan salah satu media pendidikan untuk percepatan internalisasi nilai-nilai akhlakul karimah yang menjadi dambaan setiap insan, tegasnya.

Ricky Giantoro selaku Direktur MBS Purwokerto juga menekakan pentingnya ilmu agama untuk era mileneal karena dengan karakter yang kuat, maka kehidupan bermasyarakat akan lebih mengarah kepada aplikasi nilai-nilai luhur yang bisa membentuk suatu kemandirian sejati.

Acara sambut santri baru dan serah terima dilakukan oleh MBS Purwokerto, dimana Tarqum Aziz, selaku Wadir Tarbiyah menyerahkan 43 santri baru kepada ketua LP2M Banyumas. Tarqum menegaskan bahwa mondok itu berat, maka akan terasa ringan jika ada keikhlasan lahir batin dari calon santri baru dan wali santrinya.

Acara yang diawali dengan penampilan 3 Bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris) yang dibawakan oleh Dhea Saputri (Cilacap Jawa Tenfah), Thalita (Samarinda Kalimantan) dan Halimah (Indramayu Jawa Barat) di bawah asuhan tim bahasa MBS Purwokerto ditutup dengan doa oleh KH.Syamsuddin, M.Pd (Tarqum).

Klik untuk Komentar